Parpol tumbang Vs Indenpenden

Sampai saat ini ada lima pasangan  bupati terpilih dalam pilkada kabupaten yang berasal dari non partai (indenpenden). Kelima daerah dimaksud adalah : Kabupaten Rote Endao (NTT),  Kabupaten Kubu Raya (Kalimantan Barat),  Kabupaten Batu Bara dan Kabupaten Solok (Sumatera Barat) dan Kabupaten Garut (Jawa Barat)

Kenyataan ini  membuktikan bahwa peran parpol dalam menciptakan kaderisasi kepemimpinan menunjukan kurang efektif, lebih lagi kalau membahas tingkat kepercayaan masyarakat terhadap parpol yang semakin melemah, hal ini dapat dibuktikan dengan data partisipasi masyarakat terhadap pelaksanaan Pilkada berikut:

Daerah

Persentase Tidak Memilih

Kota Medan

45.32%

Prov. Sumbar

36.28%

Bengkulu

30.27%

Kota Depok

40.23%

Kota Pekalongan

36.49%

Blitar

46, 34 %

Kota Surabaya

48.59%

Kota Makasar

46,45 %

Prov Sumut

48, 42%

Prov Jabar

32, 7%

Bahkan hasil pilkada di wilayah Nanggroe Aceh Darussalam (NAD)  memberi  gambaran tingkat partisipasi. Daerah tempat calon independen menang ternyata merupakan wilayah yang memiliki tingkat partisipasi masyarakat paling tinggi.
Rata-rata partisipasi politik masyarakat dalam pilkada yang dimenangi oleh calon-calon independen (di wilayah NAD) adalah 76,8 persen. Angka rata-rata ini lebih tinggi daripada daerah-daerah yang dimenangi oleh calon yang diusung oleh satu partai, koalisi dua partai, maupun koalisi multipartai di seluruh daerah pilkada. (Gunawan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: