antara malu, butuh dan harga diri

Sering terjadi pertentangan antara malu dan butuh, terkadang malu terkalahkan oleh kebutuhan. Tetapi tidak jarang juga kebutuhan tak terlaksana/tidak tercapai karena malu.

Sebenarnya malu (budaya malu) itu harus dipelihara, karena menurut agama malu itu sebagian dari iman, tak punya malu artinya sebagian imannya tidak ada. Tapi menurut ungkapan memelihara malu itu akan sesat di jalan, yaitu kalau malu bertanya.

yang jadi soal kapan malu harus mengalah kepada kebutuhan, dan dalam situasi apa malu harus menjadi pemenang (pengendali) dalam mencapai kebutuhan. Dalam hal apa kita harus malu dan dalam hal apa tidak boleh/jangan malu-malu?

sebuah perbandingan dalam memakai kata malu dalam mencapai kebutuhan/harapan/cita-cita

1) “malu, kalau saya gagal menjadi kepala desa dalam pemilihan nanti”

2) “Malu, kalau saya harus korupsi”

Dalam kedua kalimat diatas “malu” = “gengsi/harga diri”

Pada kasus pertama untuk tidak malu (memenuhi harapan) mungkin dengan cara melupakan budaya malu, sehingga bisa terjerumus kedalam hal yang memalukan,  sedang pada kasus kedua untuk memenuhi harapan/kebutuhannya tidak ingin terjerumus kedalam hal yang memalukan, maka dia akan memelihara budaya malu agar kemudian tidak malu.

jadi ada yang tidak ingin malu dengan membuang budaya malu, ada juga yang ingin tidak malu dengan memlihara/mempertahankan budaya malu.

2 Tanggapan

  1. malu! saya “malu” untuk mengometarinya, tapi “malu” juga kalau ga kasih komentar, biarin “malu-maluin” tapi lumayanlah.
    saya malu dengan bangsa Indonesia yang saya tinggali sekarang ini, malu belum bisa memberikan sesuatu yang bermanpaat bahkan mungkin saya jadi beban bangsa ini, coba bayangkan! tp saya lebih malu lagi melihat orang-orang yang mendapat fasilitas dari bangsa Indonesia ini tetapi kerjanya malah malu-maluin negara. Dikasi jabatan malah bejat cuma dipakai ngelampiasin nafsu sahwatnya aja, dikasi kepercayaan malah sering nyembunyiin barang-barang milik negara juga uangnya.
    apakah masih ada malu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: